Perkiraan Bunga KPR Tahun 2015

12Setiap orang menginginkan sebuah hunian yang bersifat pribadi. Tentu ketika keluarga baru telah terbentuk, hal pertama yang dipikirkan atau bahkan telah dipikirkan sebelum terbentuk keluarga adalah memiliki sebuah rumah. Mungkin salah satu hal utama yang menghalangi Anda untuk segera memiliki rumah adalah terkait dengan budget. Namun, saat ini hal itu bukan lagi sebagai penghalang karena telah ada program KPR (Kredit Perumahan Rakyat). Hanya saja memang Anda haruslah seorang yang memiliki penghasilan tetap, sehingga pihak bank bersedia untuk memberi Anda pinjaman dalam rangka untuk membeli sebuah rumah baru idaman Anda.

Namun agaknya pada tahun ini Anda akan sedikit menggigit jari. Mengapa? Mulai tahun 2015 ini, suku bunga atas pembelian KPR mengalami kenaikan. Hal itu seiring dengan adanya kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak) yang telah terjadi di bulan Desember 2014 lalu. Sebagai tindakan antisipasi terhadap inflasi jangka pendek, kemudian pihak bank menerapkan kenaikan suku bank KPR yang tepat dilaksanakan pada awal tahun 2015 ini. Masihkah Anda berminat untuk membeli KPR ini? Tentu saja masih bukan. Mengingat rumah adalah termasuk ke dalam kebutuhan primer.

Bagaimana kondisi suku bunga KPR di tahun 2015?

Seiring dengan kenaikan harga BBM pada Desember tahun lalu, kemudian pihak bank secara serentak mengumumkan adanya kenaikan suku bunga KPR. Kenaikan suku bunga tersebut mulai diberlakukan serentak oleh berbagai bank pada bulan Januari 2015. Kenaikan itu memiliki kisaran rata-rata sebesar 13-14%. Sedangkan pada tahun 2014 lalu, rata-rata suku bunga terhadap pembelian KPR adalah sebesar 12%. Tentu kemudian hal ini akan menjadi suatu pertimbangan dalam membeli sebuah hunian baru dengan mengajukan kredit pada bank.

Suku bunga KPR pada beberapa bank

Kemudian, pada artikel ini akan ditampilkan daftar suku bunga KPR pada beberapa bank di Indonesia. Daftar suku bunga ini dapat Anda jadikan sebagai sebuah pedoman untuk memilih bank yang akan Anda gunakan jasanya untuk melakukan kredit rumah hunian baru Anda nanti.

 

Mandiri: 10,75 %

BNI                           : 10,65 %

BTN                          : 10,45 %

Permata                  : 12,50 %

BCA                          : 10,50 %

BRI                            : 10,25 %

CIMB Niaga         : 10,80 %

Panin                      : 7,88 % per tahun

Bank Jabar Banten         : 12,75 %

Bank Mega          : 12, 50 %

UOC Buana         : 9,66 %

BII                             : 10,02 %

Bukopin                : 9,00 % per tahun

ICB Bumi Putera               : 10,75 %

Bank ANZ Indonesia       : 8,50 % per tahun

OCBC NISP           : 12,50 %

 

Beberapa suku bunga tersebut kemudian dapat Anda jadikan sebagai acuan dalam rangka memilih bank mana yang akan jadikan sebagai jasa pemberi kredit.

Pertimbangan Lokasi

Setelah memperhatikan berbagai catatan suku bunga baru tersebut, kemudian Anda harus pula memperhatikan berbagai hal yang mempengaruhi keputusan Anda. Anda harus mengetahui letak rumah hunian yang akan Anda beli, apakah lokasi masih terletak di wilayah kota atau semi pedesaan. Ketika rumah tersebut masih berada pada wilayah pedesaan, besar kemungkinan harga rumah hunian tersebut sedikit lebih murah. Tentu hal ini akan meringankan beban kredit Anda bukan?

Kemudian segera tepatkan target lokasi serta bank mana yang akan Anda pilih untuk membeli KPR. Semakin cepat Anda mengambil keputusan, semakin mudah Anda akan mendapatkan harga yang pantas. Semoga bermanfaat.

Facebook Comments
313 queries in 1.844 seconds.