Kenali 7 Material yang Sering Dijadikan Atap Rumah

atap rumah

Atap Rumah – Dalam sebuah banguan atap merupakan salah satu bagian penting dan memiliki banyak fungsi. Dari luar atap merupakan bagian yang terlihat dan ikut andil menentukan estetika sebuah rumah.

Sedangkan di dalam atap berfungsi melindungi dan memberikan rasa aman dari segala kondisi dan gangguan.

Untuk itu penting sekali memilih jenis atap rumah yang tepat dan berkualitas. Beberapa jenis atap dibawah ini bisa dijadikan referensi sebelum memilih atap. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga Anda harus bijak menyikapi dan memilih sesuai kebutuhan.

  1. Asbes

Material ini sudah lama dikenal dan digunakan oleh masyarakat. Bahannya ringan, tahan lama dan harganya sangat ekonomis. Penerapannya untuk atap dapat membuat rumah jadi sejuk karena asbes tak menyerap panas. Namun sayangnya, tampilan asbes kurang menarik dan memiliki resiko tinggi membahayakan kehidupan penghuni rumah.

Asbes sangat mudah retak dan harus segera diganti bila terinjak. Saking ringannya serat bahan ini mudah terbang dan lepas. Serat-serat tersebut jika terhirup lama-kelamaan memicu timbulnya penyakit kanker. Itulah mengapa bahan ini mulai ditinggalkan dan tidak disarankan untuk dipakai lagi.

  1. Seng

Sama halnya dengan asbes, seng merupakan penutup atap rumah yang sudah terkenal sejak lama. Materialnya ringan dan harganya juga murah. Seng biasanya berbentuk gelombang dan lembaran logamnya cukup tipis. Penerapannya sangat mudah, tak perlu banyak rangka dan digabung menggunakan paku.

Untuk daerah beriklim tropis yang menerima banyak sinar matahari material seng sangat tidak nyaman digunakan. Sifat seng menahan panas sehingga hawa rumah jadi gerah. Seng juga mudah berkarat, berisik, mudah terhempas angin dan dari segi tampilan tak menarik diterapkan pada atap.

  1. Tanah Liat

Material atap rumah dari tanah liat juga kerap disebut genteng. Tanah liat cukup populer di tengah masyarakat dan banyak variasinya. Membuat genteng tanah liat melewati proses yang cukup panjang. Mulai dari pemadatkan, pembentukan hingga pembakaran. Itulah alasan jenis ini tergolong kuat dan awet di segala cuaca. Termasuk tahan terhadap gangguan serangga.

Atap rumah tanah liat juga memiliki harga yang relatif murah dan tak memerlukan banyak perawatan. Namun genteng ini tergolong berat dan butuh papan atau rangka pendukung yang lebih kuat. Supaya aman perlu diterapkan kaitan atau kunci di rangkanya.

Untuk genteng tanah liat tipe lama biaanya warna gampang memudar dan kusam setelah sekian lama. Sedangkan untuk tipe baru ada pemrosesan khusus dengan suhu tinggi. Warnanya cenderung bersifat permanen sehingga tetap mempercantik atap rumah.

  1. Beton

Atap rumah beton memuliki kekuatan yang sangat baik untuk segala kondisi. Ia terbuat dari campuran semen, serat dan bahan aditif lainnya. Untuk sejumlah merek ada yang ditambahkan lapisan plastik, logam tipis, enamel dan sebagainya.

Material jenis ini juga tahan api, gangguan serangga dan pelapukan. Modelnya bervariasi dan sangat menarik. Kelemahannya ialah harga yang cukup tinggi dan bobot bahan yang sangat berat. Lebih mahal dan lebih berat dari genteng tanah liat.

  1. Sirap

Jenis ini terbuat dari papan kayu. Biasanya dari jenis kayu ulin/kayu besi tua yang awet dan tahan cuaca hingga puluhan tahun. Lembaran sirap memiliki ukuran tertentu dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Jadi Anda bisa menggunakannya seunik mungkin agar tampak keren dan alami. Warnanya juga sangat bervariasi.

Atap rumah sirap membuat suhu udara jadi sejuk dan bisa jadi sirkulasi udara yang baik. Namun jenis ini sangat langka dan mahal harganya. Selain itu butuh perawatan khusus dan pemasangannya cukup ribet. Jika tidak akan mudah diserang serangga dan mudah terbakar. Itulah mengapa masyarakat mulai meninggalkan atap sirap meski memiliki popularitas baik.

  1. Metal

Bahannya ialah baja lapis ringan yang dibentuk lembaran. Namun juga dapat dibuat menyerupai genteng tanah liat, sirap dan beton. Bobotnya ringan dan memantulkan panas sehingga udara dibawahnya jadi sejuk. Penggunaannya awet, bebas perawatan dan anti api.

Selain itu, atap rumah metal mendukung go green karena bahannya dapat didaur ulang. Satu-satunya yang jadi kelemahannya ialah harganya yang mahal jika dibandingkan material lainnya.

  1. PVC

Polyvinyl chloride (PVC) sering dipakai untuk membuat canopy rumah. Jenis material ini cukup banyak digunakan untuk membuat atap rumah dan memiliki banyak varisasi warna. Namun, dari segi ketahanan PVC kurang begitu awet.

Facebook Comments
310 queries in 0.859 seconds.