Tips Membangun Rumah Ramah Lingkungan Bergaya Minimalis

Pemanasan global merupakan isu lingkungan yang hingga saat ini masih hangat dibicarakan karena menyebabkan berbagai masalah lingkungan di hampir seluruh negara di dunia, seperti meningkatnya suhu lautan, bencana kekeringan yang berkepanjangan, banjir besar-besaran, mencairnya es di kutub utara, serta beragam masalah lingkungan lainnya. Tidak hanya itu, perubahan iklim secara ekstrim yang akhir-akhir ini melanda sejumlah negara termasuk Indonesia menyebabkan beragam masalah seperti bencana banjir dan longsor yang tidak jarang juga merengut nyawa manusia. Tidak harus melakukan hal-hal yang besar karena masyarakat bisa memulai untuk menjaga lingkungan mulai dari yang sederhana dan dilakukan oleh diri sendiri, salah satunya adalah memilih desain rumah ramah lingkungan.

Rumah ramah lingkungan

Konsep rumah ramah lingkungan via www.thecontainerhouse.com

Lantas apa sih sesungguhnya rumah ramah lingkungan itu? Jika ditinjau dari sisi desainnya, rumah ramah lingkungan adalah rumah yang mulai dari arsitekturnya, material, hingga proses konstruksinya benar-benar ramah lingkungan. Di beberapa negara di dunia, rumah ramah lingkungan menjadi salah satu konsep desain rumah yang banyak diminati seiring meningkatnya kesadaran untuk mulai menjaga kelestarian lingkungan. Meskipun belum begitu banyak peminat, konsep desain rumah ramah lingkungan di Indonesia juga sudah mulai banyak di bangun oleh pengembang. Rumah ramah lingkungan sesungguhnya tidak hanya di bangun untuk ikut serta menjaga kelestarian bumi serta lingkungan dengan tidak menggunakan material atau bahan-bahan yang berpotensi merusak bumi, namun juga bisa menghemat pengeluaran rumah tangga sehari-hari, sehingga dapat dikatakan rumah ramah lingkungan adalah investasi seumur hidup yang mudah-mudahan akan selalu menguntungkan.

Selain keuntungan-keuntungan tersebut, ternyata memilih membangun rumah dengan konsep rumah ramah lingkungan juga menguntungkan dari segi kesehatan dan kenyamanan bagi penghuninya, terutama jika penghuninya masih batita atau balita serta lansia, karena rumah ramah lingkungan umumnya desainnya di dominasi sumber daya alam yang ada di sekitar rumah tersebut, seperti cahaya sinar matahari, sejuknya udara karena banyaknya pepohonan yang di tanam, dan lain-lain. Namun, tidak semua orang mengetahui seperti apa sih rumah ramah lingkungan dengan konsep yang sedang tren di perkotaan saat ini, yaitu rumah bergaya minimalis. Berikut beberapa tips membangun rumah ramah lingkungan yang bergaya minimalis yang juga ramah di kantong.

Memilih material yang ramah lingkungan dan juga tidak merusak lingkungan

Saat ini perkembangan teknologi sudah sedemikian pesatnya dan sudah banyak teknologi pembuatan material untuk bahan baku rumah yang hampir mirip dengan aslinya. Memang saat ini sebagian besar rumah di Indonesia masih menggunakan bahan baku kayu sebagai material utama membangun rumah, dan menggunakan material kayu asli memang membuat rumah nampak lebih mewah serta terlihat lebih menyatu dengan alam. Namun, semakin lama persediaan kayu di bumi semakin menipis, dan penebangan pohon secara terus-menerus bisa merusak lingkungan serta menimbulkan berbagai bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan lain-lain. Material alternatif sebagai bahan baku untuk membangun rumah juga lebih mudah dari segi perawatannya dan relatif lebih murah. Ada beberapa macam material alternatif yang digunakan untuk membangun rumah, antara lain baja ringan, alumunium, PVC, gypsum, dan lain-lain.

Desain jendela yang berukuran besar pada setiap sudut rumah

Ada dua sumber daya alam yang sangat penting dalam sebuah rumah yaitu sinar matahari dan air, keduanya memiliki peran yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia. Salah satu ciri dari rumah ramah lingkungan adalah memaksimalkan masuknya sinar matahari di setiap sudut rumah sehingga meminimalkan penggunaan energi listrik pada siang hari dengan desain jendela yang berukuran besar. Selain menghemat energi listrik, jendela yang berukuran besar membuat sirkulasi udara sangat lancar sehingga meminimalkan penggunaan pendingin AC terutama saat siang hari. Sirkulasi udara yang lancar membuat suasana ruangan rumah lebih sejuk dan hangat karena sinar matahari, sehingga penghuni rumah akan lebih sehat.

Membuat sumur resapan dan Biopori

Saat ini tidak banyak rumah yang memiliki sumur resapan untuk menampung air hujan, terutama di daerah perkotaan, padahal pada saat musim hujan tiba air berlimpah ruah dan kadang kala saat musim kemarau air sangat sulit di dapat terutama di daerah perkotaan yang padat penduduk. Untuk alasan itulah konsep rumah ramah lingkungan umumnya selalu di lengkapi ada sumur resapan untuk menampung air hujan sekaligus menabung air hujan. Lahan sempit sesungguhnya bukanlah alasan untuk tidak bisa membangun rumah ramah lingkungan karena sumur resapan pun bisa di buat meskipun lahan sangat terbatas. Hal yang paling penting adalah bukan ukuran atau besar dari sumur resapan tersebut, namun bagaimana agar air hujan yang jatuh bisa diserap secara maksimal di dalam tanah. Selain membuat sumur resapan, cara lain membuat rumah lebih ramah lingkungan adalah dengan biopori atau membuat lubang-lubang dengan ukuran tertentu di halaman rumah, fungsinya adalah agar air hujan meresap ke dalam tanah melalui lubang biopori tersebut. Meskipun cara nya sedikit berbeda, namun keduanya mempunyai tujuan yang sama, yaitu untuk memaksimalkan terserapnya air hujan ke dalam tanah. Cadangan air hujan di dalam tanah ini selain berguna saat musim kemarau tiba, juga merupakan solusi untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Menyediakan lahan khusus untuk menanam pepohonan

Ciri rumah ramah lingkungan lainnya adalah rumah nampak hijau dengan adanya tanaman atau pepohonan di tiap sudutnya. Jika memungkinkan dan masih ada lahan sisa, bisa dibuatkan taman khusus yang juga bisa berfungsi sebagai tempat membuat biopori. Pepohonan yang di tanam di taman bisa membuat udara lebih sejuk dan segar serta membuat sirkulasi udara di rumah lebih bersih. Tidak hanya membuat taman di halaman rumah, dinding vertikal juga bisa dimanfaatkan sebagai taman atau media untuk menanam aneka tanaman hijau yang tumbuh subur dengan cara merambat di dinding rumah.  Taman vertikal tidak hanya membantu membuat udara di rumah lebih segar namun juga memberikan tampilan unik pada rumah. Mulailah berkontribusi menyelamatkan lingkungan di mulai dari membangun rumah ramah lingkungan.

(Dirangkum dari berbagai sumber)

Facebook Comments
Berlanggan Artikel
The hottest real estate headlines delivered weekly
Berbagi dengan kami
Punya cerita unik untuk dibagikan di sini?
284 queries in 0.708 seconds.