Sebelum Memilih Desain Rumah Bergaya Tropis, Perhatikan Hal Berikut Ini

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang terkenal beriklim tropis karena berada di garis khatulistiwa, selain itu Indonesia juga merupakan negara kepulauan di mana sebagian besar daratan di kelilingi oleh laut dan samudera. Indonesia merupakan negara tropis dengan tipikal tropis basah yang memiliki kelembaban udara relatif tingg di sertai curah hujan yang tinggi, seringkali hujan di sertai angin kencang dengan suhu atau temperatur tahunan di atas 18 derajad celcius. Tentu saja kondisi cuaca atau iklim di Indonesia ini menyebabkan banyak warga masyarakat terutama yang tinggal di perkotaan memilih desain rumah bergaya tropis.

Rumah bergaya tropis

Desain ruang rumah bergaya tropis via Pixabay.com

Konsep desain rumah bergaya tropis ini sangat cocok jika dipadukan dengan desain rumah minimalis yang saat ini sedang tren di kalangan masyarakat yang tinggal di perkotaan. Keterbatasan lahan hunian di perkotaan membuat masyarakat harus pintar-pintar memilih dan menentukan desain seperti apa sih yang cocok untuk huniannya, meskipun luas lahan minimalis namun cukup untuk menampung semua aktivitas anggota keluarga. Sesungguhnya desain rumah minimalis cocok jika dipadukan dengan konsep hunian lainnya, namun dengan kondisi iklim di Indonesia yang cenderung tropis, desain rumah bergaya tropis namun tetap menampilkan sisi minimalis adalah pilihan yang sangat tepat agar lebih menyatu dengan alam di sekitarnya. Praktis, simpel, dan efisien merupakan karakter utama dari desain rumah bergaya tropis sehingga tidak memerlukan banyak detail yang rumit dalam merancangnya.

Sesungguhnya detail rumah bergaya tropis sudah sering di jumpai pada rumah-rumah tradisional zaman dahulu, di mana sebagian besar atap rumah sengaja di buat tinggi untuk menjaring udara sebanyak mungkin sehingga sirkulasi udara dalam rumah mengalir lancar. Selain sirkulasi udara, rumah bergaya tropis umumnya memiliki bukaan jendela yang lebar sehingga cahaya matahari dapat masuk dengan leluasa ke setiap sudut rumah. Ada dua keuntungan jika memaksimalkan masuknya cahaya matahari ke dalam rumah, yaitu kondisi dalam rumah jauh lebih sehat dan hangat, serta yang kedua meminimalisir kelembaban udara dalam rumah yang membahayakan untuk rumah yang memiliki unsur kayu di dalamnya. Tentu saja ada banyak manfaat positif lainnya jika memilih desain rumah bergaya tropis, namun pastikan telah mengetahui hal penting apa saja yang patut diketahui sebelum membangun rumah bergaya tropis.

Penting untuk menentukan orientasi rumah atau bangunan

Rumah bergaya tropis dicirikan dengan banyaknya sinar matahari yang masuk ke dalam bagian-bagian rumah. Namun meskipun demikian sebaiknya rumah yang di bangun tidak menghadap sinar matahari langsung atau menghadap ke barat untuk menghindari silau jika sinar matahari langsung menyorot ke rumah. Pilih arah bangunan yang netral dari sinar matahari, namun sinar matahari dapat mengakses semua bagian ruangan dalam rumah melalui jendela atau bukaan yang di rancang secara khusus.

Atur sirkulasi udara sebanyak mungkin

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, rumah tradisional umumnya memiliki atap rumah yang cenderung tinggi, hal ini dimaksudkan agar sirkulasi udara bisa mengalir dengan lancar, dan udara dalam rumah lebih sejuk, tidak terlalu panas atau terlalu dingin/lembab.  Atap rumah yang di rancang tinggi bisa menjadi pilihan untuk membangun rumah bergaya tropis, namun jika tidak bisa terlaksana bisa di siasati dengan membuat ventilasi sebanyak mungkin sehingga  sirkulasi udara tetap bisa mengalir dengan lancar.

Perhatikan rancangan kemiringan atap

Untuk desain rumah bergaya tropis, rancangan atap harus di buat sedetail mungkin, terutama dalam hal kemiringan atap tersebut karena untuk daerah tropis terutama tipikal tropis basah seperti di Indonesia umumnya memiliki curah hujan yang cukup tinggi. Ada baiknya rancangan atap di buat dengan kemiringan minimal 30 derajat agar air hujan mengalir lancar dan cepat serta tidak menggenangi bagian lainnya yang beresiko menyebabkan kebocoran pada rumah.

Pilih material untuk membangun rumah yang tahan terhadap iklim tropis

Rumah dengan material utama kayu memang terlihat cantik dan khas, selain itu kayu juga akan membantu membuat udara lebih sejuk saat cuaca panas, namun dengan kondisi iklim di Indonesia yang tergolong tropis basah maka kayu berpotensi cepat lapuk di makan rayap. Untuk itu jika ingin lebih hemat pilih material yang memiliki daya tahan lebih tinggi terhadap kelembaban seperti material bangunan dari PVC. Jika ingin menambahkan ornamen atau material kayu pastikan telah di lumuri anti rayap sehingga lebih tahan lama. Untuk menghindari lapuk akibat kelembaban yang tinggi, pastikan ruangan tersebut mendapat asupan sinar matahari yang cukup sehingga udara lembab bisa dikurangi dan material dari kayu tidak mudah rusak.

Desain pintu dan jendela selebar mungkin untuk memberikan akses sirkulasi udara dan sinar matahari

Uumumnya rumah bergaya tropis memiliki jendela yang besar-besar sehingga akses sinar matahari dapat masuk dengan leluasa, namun ada baiknya jendela tersebut dirancang agar mendapat banyak sinar matahari pagi yang baik untuk kesehatan dan sebisa mungkin hindari sinar matahari sore sehingga kita bisa beristirahat saat sore hari tanpa terganggu teriknya sinar matahari terutama saat musim kemarau. Serasikan bentuk atau desain jendela tersebut dengan desain rumah secara keseluruhan agar komposisi atau keseimbangannya tetap terjaga dan tetap terlihat indah secara visual.

Berikan space atau sisakan lahan khusus untuk taman, boleh di depan atau di belakang rumah

Taman dengan pepohonan atau tanaman akan membantu menghindarkan rumah dari kebisingan serta menurunkan suhu panas di dalam rumah, terutama saat musim panas atau kemarau di mana matahari bersinar sangat terik. Pemilihan jenis pohon atau tanaman juga merupakan bagian yang penting untuk menunjukkan kesan tropis pada hunian tersebut. Salah satu jenis pohon yang menunjukkan kesan bergaya tropis pada hunian tersebut adalah pohon palem. Tanamlah beberapa jenis pohon palem agar rumah terlihat lebih asri, sejuk, segar, dan yang terpenting dapat sedikit terbebas dari kebisingan.

(Dirangkum dari berbagai sumber)

Facebook Comments
280 queries in 0.829 seconds.