Kota Terpadu Mandiri (KTM) Lunang Silaut, Sumatera Barat

Kota Terpadu Mandiri (KTM) Lunang Silaut adalah kawasan transmigrasi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, yang sejak awal pembangunannya dirancang secara terpadu agar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Sejak awal pembangunannya pada tahun 2008, pembangunan KTM telah meliputi pusat kegiatan ekonomi wilayah, pusat kegiatan industri pengolahan hasil, pusat pelayanan jasa dan perdagangan, pusat pendidikan dan pelatihan, sarana pemerintahan, dan fasilitas umum serta fasilitas sosial.

Lokasi KTM Lunang Silaut dapat dijangkau dari beberapa titik, yaitu melalui Kota Muko-muko, Propinsi Bengkulu atau melalui Kota Padang, Sumatera Barat. Jarak dari Kota Padang ke pusat KTM sekitar 248 km dengan waktu tempuh sekitar 7 jam, sedangkan jarak Padang – Painan (ibukota Kabupaten Pesisir Selatan) mencapai 77 km dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Dari Kota Painan menuju pusat KTM Lunang Silaut dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 5 jam. Sepanjang perjalanan menuju lokasi KTM Lunang Silaut akan dihiasi pemandangan fasilitas infrastruktur jalan yang mulus, yang bertujuan untuk memudahkan transportasi dari dan menuju KTM Lunang Silaut.

Kota Mandiri Terpadu (KTM) Lunang Silaut

Fasilitas infrastruktur memang merupakan salah satu faktor pendorong bagi berkembangnya potensi ekonomi di suatu daerah, dan untuk tahap awal KTM Lunang Silaut telah memenuhi standar ini. Tidak heran, dalam perkembangan selanjutnya, Kota ini selangkah demi selangkah mulai menunjukkan geliat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan adanya Teras BRI yang didirikan oleh Bank Rakyat Indonesia untuk memudahkan masyarakat setempat melakukan berbagai transaksi perdagangan atau jual beli.

Lantas, potensi apa yang mampu mengerakkan laju perekonomian di KTM Lunang Silaut? Pertumbuhan ekonomi di KTM Lunang Silaut tidak lepas dari merebaknya pembukaan lahan kelapa sawit yang dibarengi dengan kualitas infrastruktur jalan yang cukup memadai.  Perpaduan ini membuat peluang KTM Lunang Silaut berkembang menjadi Kota Mandiri baru cukup besar, asalkan pembangunan yang dilakukan berkelanjutan.

Indikator lain yang menunjukkan adanya geliat pertumbuhan ekonomi adalah melejitnya harga tanah di kawasan ini dibandingkan pada masa-masa awal dibangunnya. Untuk prospek bisnis kedepan di kawasan ini, berdasarkan analisis sederhana yang selama ini telah berputar di kawasan ini adalah bahwa setiap bulan ada sekitar Rp. 18 milliar dana tunai yang berputar di sini dan sebagian besar berasal dari hasil panen perkebunan sawit warga seluas 18 ribu hektar.

Untuk program KUR (Kredit Usaha Rakyat) mampu memberikan sinyal positif dan cukup prospektif, hal ini terbukti dari sekitar 64 nasabah KUR tidak ada satupun yang macet. “Jangankan macet, nunggak pun tidak”, demikian penuturan Kepala Teras BRI Silaut, Dedi Wahyudi.  Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di kawasan ini selain memiliki prospek cerah juga memberikan indikasi positif bagi kehidupan masyarakat.

Untuk kedepannya, KTM Lunang Silaut juga akan membangun pusat pemerintahan, pusat perbelanjaan, perumahan, dan berbagai fasilitas lainnya yang memang dibutuhkan masyarakat, agar kawasan ini terus bertumbuh dan menjadi salah satu kota mandiri terbaik di Indonesia. Tentunya dengan kemampuan ekonomi untuk memberi penghidupan yang lebih baik bagi masyarakatnya.

Tidak tanggung-tanggung, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengembangkan industri olahan kelapa sawit CPO yang berlokasi di kawasan KTM Lunang Silaut untuk memudahkan masyarakat mengolah hasil papnen kelapa sawitnya. Saat ini, perkebunan kelapa sawit di Sumatera Barat berkembang pesat di kawasan Kecamatan Pancung Soal, Basa Ampek Balai dan Lunang Silaut yang telah melibatkan beberapa investor nasional dengan pola perkebunan inti dan plasma. Diharapkan dengan pengembangan komoditas unggulan kelapa sawit ini, Sumatera Barat akan berkembang menjadi salah satu daerah penghasil olahan kelapa sawit terbesar di Pulau Sumatera.

Referensi tulisan :

http://old.setkab.go.id/pro-rakyat-6742-pembangunan-kota-terpadu-mandiri-ktm-lunang-silaut-pesisir-selatan.html

Facebook Comments
312 queries in 1.784 seconds.