Kabupaten Solok, Sumatera Barat

Tahun 2013 yang lalu, Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestate Indonesia (DPD REI) meresmikan 100.000 unit Rumah Sejahtera Tapak (RST) di Perumahan Nuansa Griya Arosuka Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Pembangunan Rumah Sejahtera Tapak ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi tingginya angka kebutuhan masyarakat akan rumah, terutama masyarakat berpenghasilan rendah yang menjadi sasaran utama dari pembangunan rumah ini. Kepemilikan Rumah Sejahtera Tapak ini semakin mudah dengan diluncurkannya kredit ringan dari pemerintah yang disalurkan melalui bank-bank yang telah ditunjuk, dalam bentuk kredit bersubsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan bunga ringan dan angsuran terjangkau.

Rumah Sejahtera Tapak di Solok, Sumatera Barat

Di tahun 2015 ini, pemerintah kembali mengulirkan program rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah melalui Program Sejuta Rumah Murah yang akan dibangun di 34 propinsi di seluruh Indonesia. Sumatera Barat termasuk ke dalam salah satu propinsi yang masuk dalam perencanaan pembangunan rumah dalam Program Sejuta Rumah, di mana akan dibangun sebanyak 3.332 rumah tapak pada pembangunan tahap pertama. Setelah tahun lalu pembangunan Rumah Sejahtera Tapak (RST) difokuskan pada di Kabupaten Solok. Untuk Program Sejuta Rumah tahun ini, pembangunan belum dilaksanakan dan baru pada tahap perencanaan.

Kabupaten Solok bukanlah daerah baru karena Solok telah ada tepatnya pada masa penjajahan Belanda, di mana pada tanggal 9 April 1913, nama Solok digunakan sebagai nama sebuah unit administrasi setingkat Kabupaten yaitu Afdeeling Solok. Pada akhir tahun 2003, Kabupaten Solok dimekarkan menjadi dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan.

Topografi Kabupaten Solok sangat bervariasi antara dataran, lembah, dan berbukit-bukit, dengan ketinggian antara 329 – 1.458 meter di atas permukaan laut. Dengan lokasi yang seperti ini, tidak heran jika Kabupaten Solok dianugerahi kekayaan alam berupa potensi wisata alam yang sangat indah dengan udaranya yang sejuk. Pusat pemerintahan berada di Arosuka, yang dapat ditempuh dalam waktu yang relatif singkat dari Kota Padang, yaitu 40 kilometer. Hal ini menyebabkan Kabupaten Solok memiliki akses yang sangat potensial terutama dari segi efisiensi waktu maupun biaya, ke Kota Padang yang merupakan ibukota dan pusat pemerintahan Propinsi Sumatera Barat.

Selain dikenal sebagai salah satu sentra produksi beras terbesar di Sumatera Barat, yang dikenal dengan nama Bareh Solok, Kabupaten Solok juga dikenal memiliki beberapa objek wisata alam dan budaya yang indah bahkan beberapa diantaranya sudah mendunia. Salah satunya adalah Danau Singkarak, danau yang indah dan telah beberapa kali menjadi tuan rumah ajang balap sepeda bergengsi dunia, yaitu Tour de Singkarak. Tour de Singkarak, kini menjadi salah satu objek wisata andalan Propinsi Sumatera Barat, karena setiap kali diselenggarakan event internasional ini ratusan bahkan ribuan wisatawan mengunjungi Propinsi Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Solok sebagai tuan rumah acara bergengsi ini.

Wisata alam Solok, Sumatera Barat

Selain Danau Singkarak, ternyata Kabupaten Solok memiliki beberapa objek wisata alam dan budaya yang tidak kalah indah dengan Danau Singkarak, diantaranya :

  • Danau Kembar, yang merupakan sebutan untuk Danau Di Ateh dan Di Bawah. Kedua danau ini memiliki kondisi alam yang sama atau serupa, hanya berbeda lokasi. Pemandangan kedua danau ini sangat indah dan masih asri dengan udaranya yang sejuk, sehingga sangat cocok untuk menjadi tempat berwisata sekaligus bersantai bersama keluarga tercinta.
  • Danau Talang, berada di Kampung Batu Dalam atau tepatnya di kaki Gunung Talang. Tidak heran jika objek wisata ini memiliki pemandangan yang sangat spektakulier berupa danau yang indah dan asri serta dikelilingi alam yang indah dan bersahaja yang mencerminkan suasana khas pedesaan yang nyaman dan tentram.
  • Bukit Cambai, dikenal sebagai area trekking dengan tingkat kesulitan yang rendah sehingga memudahkan siapa saja termasuk pemula untuk mendaki hingga ke puncak. Dari puncak Bukit Cambai, akan terlihat 4 danau yang sangat terkenal di Solok, yaitu Danau Singkarak, Danau Kembar, dan Danau Talang.
  • Masjid Tuo Kayu Jao, merupakan mesjid bersejarah yang berlokasi tidak jauh dari Danau Kembar. Mesjid ini menjadi saksi perkembangan penyebaran agama Islam di daerah ini dan meskipun telah berusia sekitar 5 abad. Hingga kini masjid tua ini masih dalam kondisi baik dan masih digunakan sebagai tempat beribadah masyarakat setempat.

Meskipun hingga sekarang tempat wisata yang paling ramai dikunjungi baru Danau Singkarak, namun diharapkan seiring berjalannya waktu, objek wisata lainnya juga akan ikut berkembang. Peningkatan jumlah wisatawan memang berpotensi mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat, sehingga jumlah masyarakat berpenghasilan rendah di daerah ini akan mengalami penurunan, dan daya beli masyarakat di sektor kebutuhan pokok akan meningkat. Hingga kedepannya, tidak ada lagi masyarakat yang tidak mampu memiliki rumah karena harga yang tidak terjangkau.

(Dirangkum dari berbagai sumber).

 

Facebook Comments
310 queries in 1.230 seconds.